Ramadhan Sepanjang Masa
Ramadhan sepanjang masa
Dr. Elfa Hendri Mukhlis, MA
21 Mei 2022
Sucinya seorang mukmin pada hari raya idhul fitri adalah karena ketaatan selama bulan Ramadhan. Kesucian didapatkan karena keta’atan peribadatan. Sucinya seorang mukmin bukanlah karena datangnya idhul fitri.
Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:
الصَّوْمُ يوم تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يوم تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يوم تُضَحُّونَ
“Berpuasa adalah dihari kalian berpuasa, dan berbuka adalah dihari kalian berbuka, dan berkurban adalah dihari kalian berkurban”.
(HR.Tirmidzi:kitab ash-shaum, bab: ma jaa ash-shaumu yauma tashuumuun wal fithru yauma tufthiruun,no:697)
Sehingga makna idhul fitri bukanlah kembali suci, melainkan kembali berbuka.
Kalimat yang diucapkan Rasulullah setelah sholat idhul fitri adalah :
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
Taqobalallahu minna wa minkum
Artinya:
"Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal ibadah kalian semua."
Adapun Rasulullah mengucapkan kalimat Minal 'Aidin wal-Faizin setelah kembali dari medan pertempuran perang badar. Sesuai dengan artinya, ucapan ini berarti memberi selamat pada "mereka yang kembali (dari peperangan) dan mereka yang menang".
Maka ucapan yang syar’i setelah sholat idhul fitri adalah taqabbalallahu minna waminkum, dan tidak menjadi persoalan jika kemudian diikuti dengan ucapan minal ‘aidin wal-faizin.
Makna Ramadhan sepanjang masa adalah istiqomah melaksanakan amalan selama bulan Ramadhan pada bulan-bulan lainnya.
Adapun dua ibadah khusus yang dianjurkan untuk dilakukan adalah :
1. Sholat tahajud
2. Sholat wudhu
Dianjurkan bagi seorang mukmin untuk membiasakan diri berniat mengerjakan sholat tahajud, seandainya ia tertidur dan tidak mengerjakannya maka tetap tercatat baginya pahala sholat tahajud.
Rasulullah SAW bersabda:
ما من امرئ يكون له صلاة بليل يغلبه عنها نوم إلا كتب له أجر صلاته، وكان نومه عليه صدقة
"Tidaklah seseorang yang terbiasa mengerjakan sholat tahajud, lalu dia tertidur (tidak melaksanakannya), kecuali akan dicatat baginya pahala sholat tahajud, dan tidur tersebut dianggap sebagai sedekah." (HR Abu Dawud)
Adapaun dalil menjaga wudhu dan sholat wudhu adalah sbb :
أَصْبَحَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمًا، فَدَعَا بِلاَلاً، فَقَالَ: “يَا بِلاَلُ بِمَ سَبَقْتَنِي إِلَى الجَنَّةِ؟ إِنِّي دَخَلْتُ الْبَارِحَةَ الجَنَّةَ فَسَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِي”. فَقَالَ بِلاَلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا أَذَّنْتُ قَطُّ إِلاَّ صَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ، وَمَا أَصَابَنِي حَدَثٌ قَطُّ إِلاَّ تَوَضَّأْتُ عِنْدَهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “بِهَذَا”
“Suatu pagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Bilal. Kemudian beliau bersabda, ‘Wahai Bilal, dengan amal apa kamu mendahului diriku di surga? Sungguh semalam aku memasuki surga. Aku mendengar derap bersuaramu (suara sandalnya) di depanku.” Bilal mennjawab, “Wahai Rasulullah, tidaklah aku melakukan suatu dosa sama sekali melainkan (setelahnya) aku sholat dua rakaat. Dan tidaklah diriku berhadats (batal wudhu), melainkan aku langsung wudhu lagi dan sholat dua rakaat.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkomentar, “Dengan amalan inilah (engkau begitu cepat masuk surga).” (HR. al-Hakim 1179).

Belum ada Komentar untuk "Ramadhan Sepanjang Masa"
Posting Komentar