Baitul Muhim Cover

Baitul Muhim Cover

Angan-Angan Setelah Kematian

Ust. Aklus Salim, Lc


Ujian setelah Ramadhan dimulai pada 1 syawal, dimana beleggu syaiton terlepas.

Untuk menjaga semangat beribadah ketika Ramadhan, maka perlu diketahui angan-angan setelah kematian.



Allah azza wajalla berfirman :


‎كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ


“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”


Rasulullaah SAW bersabda:

‎أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه

“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani).


Para ulama berkata, yang membedakan angan-angan antara satu orang dengan yang lainnya adalah :

  1. Lingkungan dimana ia tinggal
  2. Mindset yang terbentuk di dalamnya
  3. Teman-teman yang berada di sekelilingnya



Kata ulama setiap orang di muka bumi tidak lepas dari 7 hal, yaitu :

  1. Kebanyakan orang mengharapkan pekerjaan yang layak
  2. Ingin memiliki pendamping yang baik
  3. Kendaraan yang nyaman
  4. Ingin memiliki rumah yang luas
  5. Ingin memiliki perusahaan atau bisnis
  6. Ingin berjalan-jalan, berkeliling dunia, menjalankan umrah setiap tahun
  7. Ingin menghadiri pesta-pesta yang ia mau

Kondisi seseorang setelah meninggal dunia ada 2, yaitu :

  1. Mayit yang shaleh, ia telah diperlihatkan tempat kembalinya, telah diperlihatkan nikmat setelah hari akhir, sehingga ia menginginkan kiamat dipercepat.
  2. Mayit yang thaleh, ia telah diperlihatkan tempat kembalinya, telah diperlihatkan siksa setelah hari akhir, sehingga ia meminta agar kiamat ditunda.


Disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dari hadits Abi Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu,

 

‎إِذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُونِي قَدِّمُونِي وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهَا الْإِنْسَانُ لَصَعِقَ

Jika jenazah diletakkan lalu dibawa oleh para laki-laki di atas pundak mereka, maka jika jenazah tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka dia berkata, “Bersegeralah kalian (membawa aku)!” Jika ia bukan orang shalih, dia akan berkata, “Celaka, kemana mereka hendak membawanya ?”


Begitulah kondisi orang mati, mereka telah melihat akhirat dengan mata kepala mereka. Mereka tahu pasti apa yang telah mereka perbuat dan apa yang mereka terima. Dahulu mereka demikian mudah menyia-nyiakan waktu yang amat berharga untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi akhirat mereka. 


Mayit yang thaleh (lalai di masa hidupnya) berangan-angan akan 3 hal :


  • Meminta sholat, yaitu 2 rokaat sholat sunnah. Mereka ingin kembali hidup di dunia kemudian melaksanakan shalat sunat dua rakaat adalah di antara angan-angan orang yang sudah meninggal dunia yang dahulunya sering di sibukkan oleh dunia, sehingga sering meninggalkannya.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra:

‎أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ مَرَّ بِقَبْرٍ فَقَالَ : مَنْ صَاحِبَ هَذَا الْقَبْرِ؟ فَقَالُوْا: فُلاَنُ، فَقَالَ : رَكْعَتَانِ أَحَبَّ إِلَى هَذَا مِنْ بَقِيَّةِ دُنْيَاكُمْ

Rasûlullâh melewati sebuah kuburan, kemudian bertanya, “Siapa penghuni kuburan ini ?” Mereka menjawab, “Ini kuburan si Fulan”, lantas Rasûlullâh SAW bersabda, “Dua rakaat lebih dia cintai daripada dunia kalian.”

  • Kedua, mengeluarkan sedekah. Seorang yang sudah meninggal dunia berangan-angan untuk hidup kembali dan mengeluarkan sedekah dan menjadi orang shaleh, sebagaimana di ceritakan oleh Allâh dalam Alquran. 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


‎وَاَ نْفِقُوْا  مِنْ  مَّا  رَزَقْنٰكُمْ  مِّنْ  قَبْلِ  اَنْ  يَّأْتِيَ  اَحَدَكُمُ  الْمَوْتُ  فَيَقُوْلَ  رَبِّ  لَوْلَاۤ  اَخَّرْتَنِيْۤ  اِلٰۤى  اَجَلٍ  قَرِ يْبٍ   ۙ فَاَ صَّدَّقَ  وَاَ كُنْ  مِّنَ  الصّٰلِحِيْنَ


"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh."

(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


‎وَلَنْ  يُّؤَخِّرَ  اللّٰهُ  نَفْسًا  اِذَا  جَآءَ  اَجَلُهَا   ۗ وَا للّٰهُ  خَبِيْرٌ  بِۢمَا  تَعْمَلُوْنَ


"Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."

(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 11)


  • Melaksanakan amal shaleh :

Angan-angan terbesar orang yang sudah meninggal dunia adalah bisa hidup kembali dan melaksakan amal shaleh,


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


‎حَتّٰۤى  اِذَا  جَآءَ  اَحَدَهُمُ  الْمَوْتُ  قَا لَ  رَبِّ  ارْجِعُوْنِ  


"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia),"

(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 99)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


‎لَعَلِّيْۤ  اَعْمَلُ  صَا لِحًـا  فِيْمَا  تَرَكْتُ   ۗ كَلَّا     ۗ اِنَّهَا  كَلِمَةٌ  هُوَ  قَآئِلُهَا   ۗ وَمِنْ  وَّرَآئِهِمْ  بَرْزَخٌ  اِلٰى  يَوْمِ  يُبْعَثُوْنَ


"agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh-barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan."

(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 100)

Belum ada Komentar untuk " Angan-Angan Setelah Kematian"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel