Mencari Lailatul Qodr Ustadz Aklus 24 April 2022
Mencari Lailatul Qadr
Ust. Aklus
24 April 2022
Manusia diciptakan dalam kondisi lemah, maka manusia butuh meminta kepada yang maha kuat yaitu Allah azza wajalla.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
wa maa kholaqtul-jinna wal-ingsa illaa liya'buduun
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)
Manusia tidak akan mendapatkan pertolongan dari Allah jika tidak berdo’a.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَقَا لَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَا دَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَا خِرِ يْنَ
wa qoola robbukumud'uuniii astajib lakum, innallaziina yastakbiruuna 'an 'ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daakhiriin
"Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
(QS. Ghafir 40: Ayat 60)
Mengapa ramadhan penuh berkah? Karena di bulan ramadhan al-quran diturunkan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِ يْنَ
innaaa angzalnaahu fii lailatim mubaarokatin innaa kunnaa mungziriin
"sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan."
(QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 3)
Malam lailatul qadr lebih baik dari 1.000 bulan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
innaaa angzalnaahu fii lailatil-qodr
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar."
(QS. Al-Qadr 97: Ayat 1)
Jika seorang mukmin mendapatkan malam lailatul qadr, maka ia ibarat beribadah lebih dari 83 tahun. Hendaknya seorang mukmin memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir bulan ramadhan sehingga ia mendapatka keutamaan-keutamaan lailatul qadr.
Dan malam Lailatul Qadar terdapat pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan yang dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ
“Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan” [ Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169 ].
Namun demikian, para ulama berpendapat untuk tidak hanya fokus mencari lailatul qadr hanya di malam-malam ganjil saja, namun di malam-malam genap hendaknya setiap mukmin memaksimalkan ibadahnya pula.
“Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada 10 hari terakhir (bulan Ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut,” (HR. Muslim).
Yang harus dilakukan untuk mendapatkan malam lailatul qadr diantaranya sbb :
1. Muliakan 10 malam terakhir ramadhan, diantaranya disikapi dengan penampilan yang baik
Dari sahabat Ibnu Umar Ra , Rasulullah Saw bersabda :
اذا صلى احدكم فليلبس ثوبيه، فإن الله احق من نرسم له
Artinya :” jika salah seorang di antara kalian shalat, pakailah dua pakaian. Karena Allah lebih berhak untuk mendapatkan penampilan yang terbaik (HR.Ath-tabrani dalam Al -Ausath 10:170 dan Al Baihaqi 2 : 236).
2. Menjaga sholat lima waktu, wajib berjama’ah bagi ikhwan. Terkhusus menjaga sholat isya dan subuh.
Rasulullah bersabda :
Barangsiapa sholat isya berjamaah maka dia seperti mendirikan (sholat sunnah) separoh malam, dan barangsiapa sholat shubuh berjamaah maka sama seperti sholat malam seluruhnya” (HR. Muslim, No. 620/1383).
3. Melaksanakan sholat tarawih dan sholat tahajud.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, di 10 hari terakhir Ramadhan Rasulullah mengencangkan ikat pinggangnya untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh. "Dari Aisyah RA, ia berkata, Rasulullah SAW ketika masuk 10 hari terakhir bulan Ramadhan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya (muttafaq 'alaih)."
2 hadits yang harus menjadi pegangan seorang mukmin :
Rasulullah SAW bersabda: Man qoma romadhona imanan wahtisaban ghofiro lahu ma taqoddama min dzambihi. Artinya, barangsiapa melakukan Shalat Tarawih dengan rasa iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lewat.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إَيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”
4. Memperbanyak membaca al-quran.
5. Jadikan malam-malam sepuluh hari terakhir untuk bertaubat kepada Allah. Cari waktu-waktu mustajab untuk berdo’a. Adapun do’a yang dapat dipanjatkan diantaranya adalah :
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul Afwa Fa’fu Anni.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”
Q & A
Pertanyaan : “Bagaimana tanda-tanda lailatul qadr?”
Jawaban :
Tanda-tanda malam lailatul qadr :
1. Di pagi hari matahari bersinar berwarna putih
2. Di malam hari suhu tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
Memang perlu mengetahui tanda-tanda malam lailatul qadr, namun hendaknya seorang mukmin tidak memfokuskan diri terhadap tanda-tanda tersebut. Fokuskan saja diri untuk memaksimalkan ibadah di sepuluh hari terakhir.
Pertanyaan : “Bagaimana jika ketika sholat berjamaah bacaan surat Imam panjang pikiran melayang kemana-mana?”
Jawaban :
1. Perbaiki diri untuk memahami isi al-quran, diantaranya berlajar bahasa arab
2. Memohon kepada Allah agar diberi kekhusukan, arahkan pandangan ke tempat sujud
Belum ada Komentar untuk "Mencari Lailatul Qodr Ustadz Aklus 24 April 2022"
Posting Komentar