Baitul Muhim Cover

Baitul Muhim Cover

Golongan yang mencintai Allah, Dan Allah mencintai mereka.

Ust. Elfa Hendri Mukhlis MA.
Sabtu, 9 April 2022

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎يٰۤـاَيُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  مَنْ  يَّرْتَدَّ  مِنْكُمْ  عَنْ  دِيْـنِهٖ  فَسَوْفَ  يَأْتِى  اللّٰهُ  بِقَوْمٍ  يُّحِبُّهُمْ  وَيُحِبُّوْنَهٗۤ   ۙ اَذِلَّةٍ  عَلَى  الْمُؤْمِنِيْنَ  اَعِزَّةٍ  عَلَى  الْكٰفِرِ يْنَ   ۖ يُجَاهِدُوْنَ  فِيْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ  وَلَا  يَخَا فُوْنَ  لَوْمَةَ  لَآئِمٍ   ۗ ذٰلِكَ  فَضْلُ  اللّٰهِ  يُؤْتِيْهِ  مَنْ  يَّشَآءُ   ۗ وَا للّٰهُ  وَا سِعٌ  عَلِيْمٌ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu may yartadda mingkum 'ang diinihii fa saufa ya-tillaahu biqoumiy yuhibbuhum wa yuhibbuunahuuu azillatin 'alal-mu-miniina a'izzatin 'alal-kaafiriina yujaahiduuna fii sabiilillaahi wa laa yakhoofuuna laumata laaa-im, zaalika fadhlullohi yu-tiihi may yasyaaa, wallohu waasi'un 'aliim

"Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 54)


Definisi murtad :
1. Murtad majasi : Muslim yang meninggalkan ketaatan kepada Allah, maka dimata Allah mereka termasuk murtad majasi.
2. Murtad Haqiqi : Muslim yang dikarenakan suatu kondisi tertentu ia berpindah kepada agama lain.


Kriteria orang yang dicintai Allah :
1.Bersikap lemah lembut terhadap orang yang beriman

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎اِنَّمَا  الْمُؤْمِنُوْنَ  اِخْوَةٌ  فَاَ صْلِحُوْا  بَيْنَ  اَخَوَيْكُمْ  وَا تَّقُوا  اللّٰهَ  لَعَلَّكُمْ  تُرْحَمُوْنَ
innamal-mu-minuuna ikhwatung fa ashlihuu baina akhowaikum wattaqulloha la'allakum tur-hamuun

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 10)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎وَلَا  تَكُوْنُوْا  كَا لَّذِيْنَ  تَفَرَّقُوْا  وَا خْتَلَفُوْا  مِنْۢ  بَعْدِ  مَا  جَآءَهُمُ  الْبَيِّنٰتُ   ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ  لَهُمْ  عَذَا بٌ  عَظِيْمٌ  
wa laa takuunuu kallaziina tafarroquu wakhtalafuu mim ba'di maa jaaa-ahumul-bayyinaat, wa ulaaa-ika lahum 'azaabun 'azhiim

"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 105)

Berikut Dalil tentang Persaudaraan dan keutamannya dalam hadits Nabi SAW:

1. Sesama muslim bersaudara

‎الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti.
Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya.
Barang siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.
Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat. (Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 2262)

Dilarang Mendiamkan Saudaranya 3 Hari
‎عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ يَلْتَقِيَانِ فَيَصُدُّ هَذَا وَيَصُدُّ هَذَا وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ وَذَكَرَ سُفْيَانُ أَنَّهُ سَمِعَهُ مِنْهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Dari Abu Ayyub radliallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda: "Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, jika bertemu saling menjauhkan, dan yang paling baik di antara keduanya adalah yang memulai salam." Sufyan menyebutkan, bahwa dia mendengar Zuhri hingga tiga kali." (HR. Bukhari)

2. Menolong Saudara Ditolong Allah
Di dalam hadis sahih disebutkan:
‎"وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ"
Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba selalu menolong saudaranya.

3. Diamini Malaikat
Di dalam kitab shahih pula disebutkan:
‎"إِذَا دَعَا الْمُسْلِمُ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَ الْمَلَكُ: آمِينَ، وَلَكَ بِمِثْلِهِ"
Apabila seorang muslim berdoa untuk kebaikan saudaranya tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, maka malaikat mengamininya dan mendoakan, "Semoga engkau mendapat hal yang serupa.”

4. Ibarat Satu Tubuh
‎"مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوادِّهم وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَوَاصُلِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بالحُمَّى والسَّهَر"
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam persahabatan kasih sayang dan persaudaraannya sama dengan satu tubuh; apabila salah satu anggotanya merasa sakit, maka rasa sakitnya itu menjalar ke seluruh tubuh menimbulkan demam dan tidak dapat tidur (istirahat).

5 . Muslim saling menguatkan

‎عَنْ أَبِيْ مُوْسَى عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ المُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا» وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ. رواه البخاري ومسلم
Artinya: "Dari Abi Musa dari Nabi SAW., beliau bersabda, “Sungguh (sebagian) mukmin kepada (sebagian) mukmin lainnya seperti bangunan, yang menguatkan sebagian dengan sebagian lainnya.” Dan beliau menyilangkan jari-jarinya. “(HR. Bukhari dan Muslim).

2.Bersikap keras terhadap orang kafir
Bersikap tegas dalam aqidah, yaitu menjaga aqidah dan ibadah. Boleh mendo’akan orang kafir dari keterpurukan, namun tidak boleh mendo’akan agar orang-orang kafir mendapatkan ampunan.

Tidak boleh mencela sesembahan orang kafir.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎وَلَا  تَسُبُّوا  الَّذِيْنَ  يَدْعُوْنَ  مِنْ  دُوْنِ  اللّٰهِ  فَيَسُبُّوا  اللّٰهَ  عَدْوًا  بِۢغَيْرِ  عِلْمٍ   ۗ كَذٰلِكَ  زَ يَّنَّا  لِكُلِّ  اُمَّةٍ  عَمَلَهُمْ   ۖ ثُمَّ  اِلٰى  رَبِّهِمْ  مَّرْجِعُهُمْ  فَيُنَبِّئُهُمْ  بِمَا  كَا نُوْا  يَعْمَلُوْنَ
wa laa tasubbullaziina yad'uuna ming duunillaahi fa yasubbulloha 'adwam bighoiri 'ilm, kazaalika zayyannaa likulli ummatin 'amalahum summa ilaa robbihim marji'uhum fa yunabbi-uhum bimaa kaanuu ya'maluun

"Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 108)

3.Berjuang di jalan Allah

Berjihad di jalan Allah, termasuk diantaranya menuntut ilmu agama.

4.Tidak takut celaan terhadap orang yang suka mencela

Teguh hati di jalan sunnah, tidak mudah goyah terhadap pendapat miring (negatif) orang lain.

Belum ada Komentar untuk "Golongan yang mencintai Allah, Dan Allah mencintai mereka."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel