Baitul Muhim Cover

Baitul Muhim Cover

Kitab Ensiklopedi Adab Islam Bab 15 Adab Bertetangga.

Kajian kitab ensiklopedia adab islam
21 Mei 2023
Ust. Dzikrullah Azra Lc.
Adab bertetangga




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎يٰۤـاَيُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  اتَّقُوا  اللّٰهَ  حَقَّ  تُقٰتِهٖ  وَلَا  تَمُوْتُنَّ  اِلَّا  وَاَ نْـتُمْ  مُّسْلِمُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 102)

Penjelasan ayat :
1. Makna taqwa yang merupakan sebenar-sebenar ketawwaan disampaikan Ibnu Mas’ud : maksud sebenar-benar takwa di adalah menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Senantiasa mengingat Allah serta bersyukur kepada-Nya tanpa ada pengingkaran (kufr) di dalamnya (Tafsir Ibnu Katsir: Dar at-Thayyibah, 1999).
2. Janganlah meninggal kecuali dalam keadaan muslim


Hak tetangga atas tetangga yang lain sangatlah besar, saking besarnya hak tetangga bersanding dengan hak Allah. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎وَا عْبُدُوا  اللّٰهَ  وَلَا  تُشْرِكُوْا  بِهٖ  شَيْـئًـا  ۗ وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ  اِحْسَا نًا  وَّبِذِى  الْقُرْبٰى  وَا لْيَتٰمٰى  وَ  الْمَسٰكِيْنِ  وَا لْجَـارِ  ذِى  الْقُرْبٰى  وَا لْجَـارِ  الْجُـنُبِ  وَا لصَّا حِبِ  بِا لْجَـنْبِۢ  وَا بْنِ  السَّبِيْلِ  ۙ وَمَا  مَلَـكَتْ  اَيْمَا نُكُمْ  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  لَا  يُحِبُّ  مَنْ كَا نَ  مُخْتَا لًا  فَخُوْرًا 

"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 36)

Bagian dari kesombongan adalah :
1. Menolak kebenaran
2. Meremehkan manusia

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎وَمَا  خَلَقْتُ  الْجِنَّ  وَا لْاِ نْسَ  اِلَّا  لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Termasuk mendustai agama perbuatan tidak peduli dengan anak yatim, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎اَرَءَيْتَ  الَّذِيْ  يُكَذِّبُ  بِا لدِّيْنِ 

"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?"
(QS. Al-Ma'un 107: Ayat 1)

‎فَذٰلِكَ  الَّذِيْ  يَدُعُّ  الْيَتِيْمَ 

"Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,"
(QS. Al-Ma'un 107: Ayat 2)

Dari Ibnu Mas’ud Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, ”Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepadaku (untuk berbuat baik) terhadap tetangga, sampai aku mengira bahwasanya dia akan memberikan hak waris kepada tetangga.”

Adab bertetangga :
1. Melalukan pemilihan tetangga yang salih dan baik. Hendaknya manusia sebelum tinggal di satu tempat memilih tetangga yang baik. Karena terkadang tetangga itu membuka rahasia orang lain, dan terkadang seseorang itu buruh akan orang lain. Maka tetangga yang baik akan membantu dan meringankan beban orang lain. Tetangga yang tidak baik akan menyebabkan kesusahan bagi orang lain.

Dari Sa’ad bin Abi Waqas berkata: Rasulullah saw bersabda: “Ada empat (tanda) kebahagiaan :Wanita shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih, dan kendaraan yang nyaman. Dan empat (tanda) kesengsaraan : Tetangga yang buruk, wanita yang buruk, tempat tinggal yang sempit, dan kendaraan yang buruk” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).

2. Menyukai kebaikan bagi tetangga sebagaimana dia menyukai untuk dirinya sendiri. 

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba dikatakan beriman (dengan iman yang sempurna) hingga ia mencintai tetangganya—atau saudaranya–sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 13 dan Muslim, no. 45]

Wajib bagi seorang muslim mencintai tetangganya seluruh kebaikan sebagaimana ia mencintai dirinya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎وَا لَّذِيْنَ  هُمْ  عَنِ  اللَّغْوِ  مُعْرِضُوْنَ 

"dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,"
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 3)

3. Tidak menyakiti tetangga dengan bentuk apapun, baikn tu ucapan atau perbuatan, sekalipun dengan isyarat. Menyakiti tetangga diharamkan, Rasulullah sangat menekankan larangan menyakiti tetangga.

Dari Abu Hurairah ra, berkata, Rasulullah saw bersabda:  Barangsiapa yang beriman kepada Allah  dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menghormati tetangga. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamu. (H.R. Bukhari dan Muslim).

4. Selalu berbuat baik kepadanya. Dan dengan bentuk dan cara apapun yang memungkinkan. 
5. Bersikap sabar atas gangguan tetangga. Tetangga yang baik bukan hanya menahan tangannya untuk tidak mengganggu tetangganya. Tetapi juga sabar atas gangguan yang ada. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎قُلْ  يٰعِبَا دِ  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوا  اتَّقُوْا  رَبَّكُمْ  ۗ لِلَّذِيْنَ  اَحْسَنُوْا  فِيْ  هٰذِهِ  الدُّنْيَا  حَسَنَةٌ  ۗ وَاَ رْضُ  اللّٰهِ  وَا سِعَةٌ  ۗ اِنَّمَا  يُوَفَّى  الصّٰبِرُوْنَ  اَجْرَهُمْ  بِغَيْرِ  حِسَا بٍ

"Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 10)

Membalas gangguan tetangga dengan balasan yang lebih baik. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎وَاِ ذَا  حُيِّيْتُمْ  بِتَحِيَّةٍ  فَحَيُّوْا  بِاَ حْسَنَ  مِنْهَاۤ  اَوْ  رُدُّوْهَا  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  كَا نَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  حَسِيْبًا

"Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (penghormatan itu yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 86)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

‎وَعِبَا دُ  الرَّحْمٰنِ  الَّذِيْنَ  يَمْشُوْنَ  عَلَى  الْاَ رْضِ  هَوْنًا  وَّاِذَا  خَا طَبَهُمُ  الْجٰهِلُوْنَ  قَا لُوْا  سَلٰمًا

"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, salam,"
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 63)

Jika berjalan dengan tenang, sopan, tidak sombong dan takabur. Jika mendatangi sholat maka tidak dengan terburu-buru. Datangilah sholat dengan cara yang tenteram, apa yang kamu temui di dalam sholat maka ikutilah, apa yang luput dari kamu maka sempurnakanlah.

Manakala bibir orang jahil berkata buruk, muslim tidak akan membalas yang setimpal, membiarkannya, mereka membalaa dengan perkataan yang baik.

Belum ada Komentar untuk "Kitab Ensiklopedi Adab Islam Bab 15 Adab Bertetangga."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel