Kajian kitab ensiklopedia adab islam17 Juni 2023Ust. Dzikrullah Azra Lc.Adab bertetangga
Kajian kitab ensiklopedia adab islam
17 Juni 2023
Ust. Dzikrullah Azra Lc.
Adab bertetangga
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّا حِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَا لًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَا لْاَ رْحَا مَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 1)
6. Memberi kepada tetangga berupa makanan atau apapun yang dibutuhkan, apalagi keberadaan mereka faqir.
Penjelasan :
Bukanlah merupakan suatu kebaikan bagi tetangga manakala seseorang itu kenyang sementara tetangganya kelaparan.
Rasulullah bersabda :
“Bukanlah mukmin yang sempurna keimanannya orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya, dan dia mengetahuinya.”
Dengan cara memberikan makanan dapat menumbuhkan kecintaan.
Rasulullah bersabda :
“Ketika salah seorang dari kalian memasak akan makanan, perbanyaklah kuahnya, kemudian bagikan kepada tetangga dari makanan tadi.”
Penjelasan :
Jangan pernah menganggap sepele (rendah) mengirim tetangga dengan sesuatu yang tidak mahal, atau malu karena sesuatu itu murah.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَا مَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا
"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan,"
(QS. Al-Insan 76: Ayat 8)
اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِـوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِ يْدُ مِنْكُمْ جَزَآءً وَّلَا شُكُوْرًا
"(sambil berkata), Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu."
(QS. Al-Insan 76: Ayat 9)
Jangan membiarkan anak-anak keluar rumah dengan yang manis-manis (makanan yang enak-enak) di depan anak tetangga yang tidak punya.
7. Memberikan bantuan kepada tetangga berupa harta ketika dia sangat membutuhkan, hendaknya seseorang itu memperhatikan keadaan tetangga meskipun dia tidak memintanya, ini termasuk hak muslim terhadap muslim lainnya. Hal ini termasuk hak tetangga yang terbesar.
Rasulullah bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيَامَةِ. وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. وَاللهُ في عَوْنِ العَبْدِ مَا كَانَ العَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ.
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الجَنَّةِ.
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بهِ نَسَبُهُ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ بِهَذَا اللَّفْظِ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia orang mukmin, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barangsiapa yang memberi kemudahan orang yang kesulitan (utang), maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Siapa saja yang menolong saudaranya, maka Allah akan menolongnya sebagaimana ia menolong saudaraya. Barangsiapa yang menempuh perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah berkumpul sekelompok orang di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat meliputinya, para malaikat mengelilinginya, dan Allah menyanjung namanya kepada Malaikat yang ada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak akan bisa dikejar oleh nasabnya (garis keturunannya yang mulia).” (HR. Muslim dengan lafal ini) [HR. Muslim, no. 2699]
8. Ikut bersama merasakan kesenangan dan kesedihannya, apabila tetangga mendapatkan kegembiraan hendaknya mendatanginya dan ikut bersama berbahagia dengan kegembiraannya, selama bentuknya bukan maksiat.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَآئِرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَـرَا مَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَۤائِدَ وَلَاۤ اٰۤ مِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَـرَا مَ يَبْـتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَا نًا ۗ وَاِ ذَا حَلَلْتُمْ فَا صْطَا دُوْا ۗ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰ نُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ اَنْ تَعْتَدُوْا ۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَا لتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِ ثْمِ وَا لْعُدْوَا نِ ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tuhilluu sya'aaa-irollohi wa lasy-syahrol-harooma wa lal-hadya wa lal-qolaaa-ida wa laaa aaammiinal-baital-harooma yabtaghuuna fadhlam mir robbihim wa ridhwaanaa, wa izaa halaltum fashthooduu, wa laa yajrimannakum syana-aanu qoumin ang shodduukum 'anil-masjidil-haroomi ang ta'taduu, wa ta'aawanuu 'alal-birri wat-taqwaa wa laa ta'aawanuu 'alal-ismi wal-'udwaani wattaqulloh, innalloha syadiidul-'iqoob
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban), dan Qalaid (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 2)
9. Menawarkan kepada tetangga rumah sebelum ditawarkan kepada yang lain, ketika dia ingin pindah.
Penjelasan :
Ketika hendak pindah rumah hendaklah dia menawarkan kepada tetangganya karena boleh jadi dia ingin membelinya, demikianpun itu tanah atau bangunan.
Rasulullah bersabda :
“Siapa yang dia memiliki tanah dia ingin menjualnya, maka dia menawarkan tanah itu atas tetangganya.”
10. Tidak melarang tetangga menyandarkan kayunya di dindingnya, manakala tetangganya membutuhkan, hendaknya dia membiarkannya saja (tidak melarangnya).
Janganlah seseorang melarang tetangganya ketika tetangganya menyandarkan kayu di dindingnya. (HR. Abu Hurairah)
11. Menjaga kehormatan tetangga, tidak menghianati tetangga. Tidak menyebarkan akan rahasianya. Tidak berlaku buruk kepada keluarga tetangga, itu adalah termasuk dosa besar yang buruk.
Rasulullah memberikan jawaban ketika ditanya :
“Dosa apa yang paling besar? Beliau memberi jawaban,
1. Engkau menjadikan tandingan bagi Allah sedangkan Dia telah menciptakanmu
2. Kamu bunuh anakmu karena khawatir dia akan makan bersamamu
3. Kamu melakukan zina dengan istri tetanggamu (HR. Ibnu Mas’ud)”
Rasulullah bersabda :
“Demi Allah dia tidak beriman (3x), orang yang tetangganya tidak merasa aman dengan keburukannya.” (HR. Abu Hurairah)
Belum ada Komentar untuk "Kajian kitab ensiklopedia adab islam17 Juni 2023Ust. Dzikrullah Azra Lc.Adab bertetangga"
Posting Komentar